Berbicara tentang harapan adalah berbicara tentang suatu masa depan yang ingin dicapai oleh seseorang. Kebebasan untuk menentukan pandangan hidup, cara untuk hidup dan mendapatkan apa yang diinginkan membuat harapan menjadi penting bagi kehidupan manusia pada umumnya. Kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, namun kita dapat melakukan apa yang menurut kita baik agar masa depan tersebut dapat sesuai dengan dikotomi harapan kita.

Aktualisasi Diri

Identifikasi diri dan aktualisasi diri tidak hanya terbatas pada kebutuhan dasar manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, keterlibatan ide dan gagasan yang secara umum dimiliki oleh setiap orang turut memberikan pengaruh besar pada perkembangan manusia. Manusia selalu membutuhkan suatu dorongan untuk terus melakukan aktivitas yang cukup padat dalam hidupnya. Pemenuhan kebutuhan materi dan non-materi merupakan bagian dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan. Secara implisit terselip suatu motivasi untuk melakukan upaya agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.

Motivasi tersebut muncul akibat dari harapan yang terbentuk dalam pemikiran manusia. Kebutuhan → Term harapan → Tindakan awal → Motivasi & harapan untuk memenuhi kebutuhan→ Tindakan lanjutan, apabila kita sederhanakan menjadi sebuah fungsi K→T→A1→MH→A2. Siklus ini terus terjadi sepanjang seseorang hidup. Namun, beberapa kasus menampilkan adanya kegagalan seseorang untuk mencapai kebutuhan dasarnya sehingga hal ini ikut mempengaruhi harapan seseorang. Tidak jarang seseorang melakukan evaluasi dan melakukan penyesuaian kembali atas harapan-harapan yang ingin dicapainya.

Self-Actualization adalah dasar yang harus dimiliki seseorang, terkadang seseorang tidak menyadari bahwa ia terlah berhasil melakukan Self-Actualization, vice versa. Sebagai seorang manusia yang terbatas untuk mencapai dan mewujudkan suatu harapan, terkadang membuat harapan menjadi sangat mematikan bagi seseorang. Di dalam harapan kita akan dihadapkan pada suatu dikotomi klasik dan sering dirasakan oleh seseorang.

Dikotomi Harapan

Bagian pertama, harapan merupakan sesuatu yang diperlukan oleh seseorang untuk terus hidup dan memberikan ia kekuatan dalam mencapai apa yang ia inginkan. Bagian kedua, harapan dapat menjadi penghancur kehidupan manusia dan menimbulkan permasalahan yang serius bagi seseorang. Dapat kita terapkan fungsi dari harapan yang sudah kita rumuskan di atas (K→T→A1→MH→A2):

K        = Kebutuhan

T        = Term

MH     = Motivasi & Harapan

A1      = Aksi/Tindakan awal

A2      = Aksi/Tindakan lanjutan

Kemudian fungsi tersebut akan kita implementasikan ke dalam suatu pernyataan di bawah ini:

Budi menginginkan sepeda baru sebagai hadiah kenaikan kelas, mendengar hal tersebut orang tua Budi akan membelikan ia sepeda baru apabila Budi dapat memperoleh peringkat 3 di kelasnya. Budi menyetujui adanya syarat seperti itu, Budi akhirnya belajar dengan giat agar memperoleh peringkat di kelas dan mendapatkan sepeda yang ia inginkan. Dari pernyataan di atas dapat kita reduksi kembali sesuai dengan fungsinya masing-masing, sehingga kita dapat melakukan identifikasi atas harapan.

Harapan Sebagai Motivasi

Pernyataan tersebut mengandung pengertian harapan sebagai motivasi diri, sehingga dapat kita lihat di bawah ini.

K        = Kebutuhan (Budi menginginkan sepeda baru)

T        = Term (Budi harus memperoleh peringkat 3 adalah syarat yang diberikan oleh orang tua budi)

A1      = Budi menyetujui Term (Budi menyetujui ketentuan yang diberikan orang tuanya)

MH     = Terpenuhinya Term (Harapan budi untuk mendapatkan sepeda akan terwujud jika ia berhasil memenuhi ketentuan)

A2      = Budi melaksanakan Term (Budi belajar dengan giat)

Namun, fungsi ini tidak hanya berlaku bagi harapan sebagai penyemangat manusia. Fungsi ini juga dapat berfungsi bagi harapan sebagai penghancur hidup manusia. Permasalahan dikotomi harapan sering kita jumpai dan tidak jarang banyak orang yang merelakan dirinya terjatuh pada suatu harapan saja. Ia tidak memperhatikan peluang bagi harapan-harapan lainnya yang dapat terwujud dengan kemampuan yang ia miliki. Konsep keterbatasan bagi manusia dalam mengendalikan sesuatu yang ada di alam semestnya ini terdapat dalam filsafat stoikisme.

Implikasi Logis Harapan

Kemudian dari pandangan tersebut menciptakan suatu implikasi di dalam harapan. Implikasi ini berdampak pada kemampuan seseorang untuk memahami konsep harapan yang ia miliki. Kerangka konsep yang rumit justru akan semakin mempersulit seseorang untuk mencapai apa yang ia inginkan dan semakin memperbesar peluang terjadinya kegagalan untuk mewujudkan harapan tersebut. Tidak ada batasan yang pasti untuk memastikan bahwa suatu harapan memiliki nilai wajar.

Jelas bahwa setiap manusia berhak untuk berharap sebanyak mungkin agar ia dapat terus hidup. Harapan terbatas secara konsep, namun tidak terbatas secara abstrak. Dengan adanya dikotomi harapan yang dapat membawa manusia pada kebahagiaan di satu sisi dan membawa manusia pada kehancuran di sisi lainnya, Self-Actualization yang sudah kita singgung di awal menjadi sangat penting. Self-Aktualization ini menentukan bagaimana seseorang dapat memenuhi kebutuhannya dengan mengikuti kemampuan dirinya dalam mewujudkan harapan tersebut.

Selain itu, Self-Actualization ini memberikan kita peta konsep yang baik dalam mengatasi permasalahan harapan yang mampu membawa suatu kehancuran diri. Manusia yang memiliki penalaran yang baik terkadang dapat keliru ketika ia masih bisa terjebak dalam suatu harapan yang tidak mampu diwujudukan. Menyelesaikan suatu masalah awal dalam kehidupan memberikan kita ruang yang cukup luas untuk menghadapi suatu permasalah baru yang lebih rumit dari masalah sebelumnya. Dikotomi ini terus berlaku hingga ia mampu di represi oleh manusia itu sendiri sebagai masalah yang dapat terselesaikan melalu fungsi-fungsi harapan.

 

Editor: Ahmed Zaranggi

Referensi:

Russel, Bertrand. 2020. Penaklukan Kebahagiaan. Jalan Baru: Yogyakarta;

Bertens, K, Jonahis Ohoitimur, Mikhael Dua. 2018. Pengatar Filsafat. Yogyakarta: Kanisius;

Maslow, Abraham H. 2019. A Theory of Human Motivation. General Press: New Delhi



This article is under the © copyright of the original Author: Please read "term and condition" to appreciate our published articles content. Thank you very much.
(Zona-Nalar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × one =