Filsafat sejarah merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perkembangan dan penyebaran hukum-hukum atau dasar-dasar kebangkitan dan sebab-sebab runtuhnya suatu bangsa. Selain itu, filsafat sejarah juga didefinisikan sebagai suatu tinjauan terhadap peristiwa-peristiwa historis secara filosofis untuk mengetahui faktor-faktor esensial yang mengendalikan perjalanan peristiwa-peristiwa historis .

Manusia sebagai sentral sejarah karena manusia tidak hanya sebagai objek yang dikaji dalam sejarah, melainkan, juga sebagai subjek dari sejarah itu sendiri. Manusialah yang membuat sejarah. Tanpa manusia, sejarah tidak akan pernah ada.

Adapun tiga unsur Filsafat Sejarah. Pertama, Sejarah, yaitu sejarah itu sendiri, baik peristiwa-peristiwa maupun tokoh-tokoh dan lain sebagainya. Kedua, Sejarawan, yaitu orang-orang yang meneliti sejarah. Ketiga, Karya sejarah, yaitu apa-apa yang dihasilkan oleh para sejarawan yang berkaitan dengan sejarah itu sendiri.

Sedangkan terdapat tiga pola sejarah menurut para filsuf. Pertama, Pola Linier, yaitu pola sejarah yang menyatakan bahwasanya sejarah hanyalah terjadi satu kali, dan kemudian, lenyap. Kedua, Pola Siklus, yaitu pola sejarah yang menyatakan bahwasanya sejarah terjadi berulang kali, karena ditentukan oleh hukum alam. Ketiga, Pola Progres Linier/grafik, yaitu pola sejarah yang menyatakan bahwasanya sejarah terjadi secara tidak menentu atau naik-turun. 

Dalam konteks ini, sejarah akan runtuh, tetapi akan muncul sejarah peradaban baru yang lebih maju. Sementara itu,  terdapat paradigma tentang hukum atau faktor penggerak Sejarah:

  1. Tuhan atau Dewa: sebagian orang meyakini bahwasanya sejarah tidaklah ditentukan dan dibuat oleh manusia, melainkan telah diatur oleh Tuhan atau Dewa. Manusia hanyalah sebagai penerima dari ketentuan takdir Tuhan.
  2. Pemimpin: pemimpin memiliki otoritas, yang dengannya, ia akan dengan mudah mampu menggerakkan masyarakatnya untuk membentuk suatu peradaban, sejarah.
  3. Agama: sebagai suatu sumber inspirasi dan kekuatan bagi para penganutnya, agama memiliki peranan besar dalam membentuk atau menentukan suatu sejarah.
  4. Ekonomi: sebagai suatu kebutuhan mendasar manusia, ekonomi menjadi salah satu faktor pembentukan sejarah, dengan perjuangan manusia dalam bidang perekonomian.
  5. Masyarakat atau Massa: masyarakat atau massa memiliki andil yang besar dalam proses pembentukan sejarah, karena mereka merupakan objek sekaligus subjek dari sejarah itu sendiri.

Adapun perspektif tentang hakikat perubahan tatanan global kontemporer, yaitu individu dan kelompok, kompetisi, ketaksamaan struktural, dan perubahan sosial. Individu dan kelompok adalah mereka yang ingin mendapatkan keuntungan dan berjuang untuk mencapai revolusi. 

Kompetisi yang dimaksud ialah dengan semakin bertambahnya sumber daya manusia, yang kemudian memunculkan adanya keinginan untuk mempertahankan diri atau melebihi yang lainnya, maka kompetisi menjadi suatu dasar interaksi manusia yang menuntut adanya perubahan.

Terkait dengan ketaksamaan struktural, dalam filsafat sejarah dijelaskan bahwa adanya ketimpangan sosial, miskin-kaya, kasta rendah-menengah-atas, dan lain sebagainya, yang terkadang memotivasi sang tersingkir untuk dapat memperlihatkan diri. Kemudian, perubahan sosial, yaitu sesuatu yang terjadi sebagai suatu akibat atau respon terhadap adanya ketaksamaan struktural, kompetisi dan revolusi. 

Ada beberapa Teori Sejarah menurut para pemikir dan filsuf. Teori sejarah Ibn Khaldun adalah teori gerak siklus sejarah. Teorinya didasarkan pada kehendak Tuhan sebagai pangkal gerak sejarah. Baginya, sejarah merupakan ilmu yang berdasarkan pada kenyataan, yang bertujuan untuk menyadarkan manusia terhadap perubahan-perubahan masyarakat sebagai usaha penyempurnaan kehidupannya.

Sementara itu, teori sejarah Vico adalah teori daur kultural spiral atau daur ulang kebudayaan. Yaitu kebudayaan manusia yang melalui tiga fase yang selalu berulang-ulang, yaitu fase teologis, fase herois dan fase humanistis. Fase yang terakhir akan berakhir dengan terjadinya disintegrasi masyarakat atau barbarism, yang kemudian mengantarkannya kembali pada fase yang pertama dan demikian seterusnya.

Adapun teori sejarah Marx adalah teori perkembangan sejarah dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sejarah umat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Baginya, perjuangan kelas adalah hukum dasar yang menggerakan perkembangan masyarakat. Selain itu, teori sejarah Oswald Spengler adalah teori yang mengatakan bahwa gerak sejarah ditentukan oleh hukum alam, dan dikuasai oleh hukum siklus. Menurutnya, gerak sejarah tidaklah memiliki tujuan kecuali melahirkan, membesarkan, mengembangkan, dan meruntuhkan kebudayaan.

 

Penulis: Nanik Yuliyanti

Editor: Wa Ode Zainab ZT



This article is under the © copyright of the original Author: Please read "term and condition" to appreciate our published articles content. Thank you very much.
(Zona-Nalar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − nine =