Filsafat timur merupakan sebutan bagi ajaran filsafat dari belahan dunia timur tepatnya di benua Asia seperi Jepang, Cina, India, Arab, Indonesia dan negara asia lainnya. Dari filsafat timur ini banyak malahirkan beberapa aliran seperti misalnya Taoisme di China, Hinduisme di India, Sufisme di Timur Tengah dan seterusnya. Orang-orang timur dengan pemikiran filsafat barat tentunya tidak termasuk golongan ini, begitu juga orang barat dengan pemikiran filsafat timur.

Perbedaan yang mencolok antara filsafat timur dengan filsafat barat, yakni filsafat timur tidak memiliki sistematika yang baku, seperti yang biasa digunakan oleh filsafat barat. Dalam filsafat barat kita mengenal pembagian bidang kajian seperti epistemologi, ontologi, metafisika dan aksiologi. Akan tetapi dalam filsafat timur tidak memiliki aturan yang khusus yang terpenting menjaani sesuatu sesuai norma masyarakat dan hati nurani.

Filsafat timur lebih sering menafsirkan, kemudian dipahami lalu diamalkan. Sehingga terkesan pemikiran filsafat timur hanya sebagai perangkat tuntunan praktis. Dalam rangka untuk menjalani hidup atau sebagai serangkaian aturan manusia untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan dan kebijaksaanaan. Biasanya pemikiran filsafat timur ini bisa langsung diterima oleh penganutnya tanpa ada kajian kritis terlebih dahulu. Sehingga banyak pemikir filsafat yang mengklaim bahwa pemikiran filsafat timur ini sebagai ajaran agama.

Prinsip Ajaran Filsafat Timur

  1. Menyesuaikan diri dengan alam

Dalam filsafat timur mengajarkan bahwa alam merupakan bagian dari diri manusia. Ada timbal balik antara manusia dengan alam. Di mana jika manusia berbuat baik dengan alam maka alam akan membalasnya dengan hal baik pula, begitu juga dengan sebaliknya.

  1. Spiritual mistis

Spiritual mistis dalam filsafat timur memberikan ajaran yang serba mistis. Sehingga hanya yang dikenal diketahui dan dipahami oleh orang-orang tertentu atau penganutnya saja. Tidak ada pedoman dasar yang universal dan yang otentik. Setiap tokoh utamanya memiliki paham mistik yang tidak sama. Sehingga pengalaman dan ajarannya tidak mungkin dikendalikan atau dikontrol dalam arti yang semestinya.

  1. Emosional intuitif

Emosional intuitif merupakan kemampuan dalam memahami sesuatu tanpa melalui penalaran. Pada dasarnya, kemampuan intuisi ini berasal dari dua sumber. Pertama, penajaman oleh manusia, Kedua, merupakan pemberian anugerah dari Tuhan. Setiap aliran memiliki caranya masing-masing dalam meingkatkan intuisinya. Seperti misalnya dalam Islam ada ajaran Tarekat, di mana setiap tarekat memiliki amalan yang berbeda beda untuk meningkatkan intuisinya.

  1. Ketentraman dan kedamaian hati

Tujuan dari ajaran filsafat timur adalah mendapatkan ketentraman dan kedamaian. Tentram dan kedamaian hati merupakan kondisi jiwa tanpa ada kegelisahan. Cara yang dilakukan agar mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati adalah fokus terhadap diri sendiri, mendekatkan diri kepada tuhan dan melepaskan diri dari urusan duniawi.

Perbadaan Filsafat Timur dan Filsafat Barat

  1. Pengetahuan

Ajaran Filsafat timur lebih menekankan hati daripada akal, sebab hati dipahami sebagai instrumen yang mempersatukan akal dan intuisi, intelegensi dan perasaan. Berbeda dengan fisafat barat yang menekankan akal dan pemikiran rasional sebagai pusatnya.

  1. Sikap terhadap alam

Ajaran Filsafat timur menjadikan harmonisasi antara manusia dengan alam. Harmonisasi antara manusia dengan alam ini merupakan sebuah kunci untuk mendapatkan kehidupan yang sejati. Sementara filsafat barat menjadikan manusia sebagai subjek dan alam sebagai objek.

  1. Cita-cita hidup

Cita-cita filsafat timur adalah untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian hati. Kehidupan hendaknya dijalani dengan sederhana, tenang, dan menyelaraskan diri dengan lingkungan. Sedangkan cirta-cita filsafat barat adalah mengisi hidup dengan bekerja dan bersikap aktif sebagai kebaikan yang tinggi.

  1. Status manusia

Filsafat timur menekankan agar manusia untuk berbuat baik terhadap sesama, karena sejatinya manusia ada bukan untuk dirinya sendiri melainkan ada di dalam solidaritas dengan sesamanya. Sementara filsafat barat menekankan status manusia sebagai indvidu dengan segala kebebasan yang ia miliki, dan masyarakat tidak dapat menghilangkan status manusia dengan kebebasannya.

Aliran-aliran yang terdapat di Filsafat Timur

  1. Filsafat Asia Timur (Cina/Jepang)

Taoisme, Konfusianisme, Shintoisme, Legalisme. Maoisme,

  1. Filsafat India

Hinduisme, Budhisme, Sinkhisme, Jainisme

  1. Filsafat Persia

Zoroastrianisme, Mazdakism, Zurvaisme, Baha’isme, Manichaenisme

  1. Filsafat Islam

Avicennisme, Illuminationism, Trancendent philosophy, Kalam, Sufisme

 

Editor: Ahmed Zaranggi

Sumber:

Lasiyo, Pemikiran Filsafat Timur dan Barat, Jurnal Filsafat UGM (1977)

https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Timur



This article is under the © copyright of the original Author: Please read "term and condition" to appreciate our published articles content. Thank you very much.
(Zona-Nalar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × four =