Published On
Categories

Filsafat mengkaji setiap aspek yang ada di alam semesta, perubahan dan dinamika yang terjadi akibat adanya dorongan intelektual manusia membawa pada perubahan yang begitu ekstrem dan menciptakan berbagai macam masalah. Kehidupan yang terbentuk dan dipandang sebagai kekuatan untuk mendukung manusia, dipandang sebagai titik tolak oleh paham materialisme. Paham ini menjadikan materi sebagai dasar pemikiran dan sesuatu yang ada hanya materi. Ludwig Feuerbach merukapan salah satu pemikir materialisme yang memiliki pengaruh besar pada perkembangan materialisme di masa depan. Penolakan yang terjadi pada hal-hal non-material seperti roh, kekuatan magis, kekuatan adikodrati. Menjadi ciri utama yang membedakan materialisme dialektis dengan paham dan metode lainnya.

Apabila kita mundur ke masa filsafat Yunani kuno materialisme pertama kali dikenalkan oleh Demokritos dan Epikuros. Ia (Epikuros) percaya dan mengikuti teori Demokritos, bahwa dunia ini terbentuk atas materi yang terdiri dari atom-atom dan ruang hampa. Teori ini memiliki landasan materi dan mengenyampingkan sesuatu yang bersifat abstrak atau menyeluruh seperti arkhe-nya Anaximadros. Perkembangan materialisme akhirnya memberikan dampak pada kesadaran manusia atas materi yang konkret dan menghidari pemikiran manusia atas sesuatu yang tidak memiliki dasar. Pemikiran yang kritis merupakan salah hasil dari cara pandang materialisme untuk menyikap fenomena yang terjadi dan mengkaji kembali fenomena tersebut agar dapat dideskripsikan secara logis menurut hukum sebab-akibat.

Paham Materialisme

Materialisme melahirkan beberapa paham materialis yang memiliki peran dan fungsinya masing-masing, antara lain:

1. Materialisme mekanik;

2.Materialisme metafisik;

3. Materialisme dialektis;

4. Materialisme historis.

Materialisme dialektis merupakan cara pandang atau pemahaman yang berdasarkan materi/mengakui materi sebagai suatu kenyataan yang konkret dengan menggunakan metode dialektika sebagai prinsip untuk menciptakan suatu bentuk yang lebih tinggi. Dialektika sendiri dikenalkan oleh G.W.F. Hegel sebagai teori yang tersusun dari tesis, anti-tesis, dan sintesis. Keterhubungan yang terjadi di antara materi menciptakan hubungan triangular yang kemudian menciptakan gagasan yang kembali memicu dialektika. Hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Tesis : Totalitarian;

2. Anti-Tesis : Anarkisme;

3. Sintesis : Demokrasi.

Dialektika Triangular

Sehingga mater-materi yang ada memiliki hubungan yang dialektis untuk menghasilkan suatu inovasi dan juga perkembangan intelektual. Dialektika sendiri tidak hanya membawa kita pada suatu kontradiksi, namun kita diajak untuk menemukan cara yang dapat menciptakan sintesis dari kontradiksi tersebut. Kemudian dapat kembali diuji pada konsep triangular materialisme agar menghasilkan pengetahuan yang berkelanjutan. Dan hanya terpaku pada fakta-fakta yang sudah ada.

Materialisme dialektis menggunakan suatu pernyataan yang konkret dan juga teori yang sudah teruji untuk menciptakan sintesis, namun teori tersebut tidak serta-merta digunakan untuk menjadi acuan secara utuh suatu sintesis karena pada masing-masing unsur yang saling berkontradiksi memiliki teori dan juga analisis tersendiri. Sehingga, sintesis yang terbentuk merujuk kepada upaya untuk melahirkan tesis baru yang logis serta berdasarkan sesuatu yang aktual.

Metode Materialisme

Bagi orang yang berada di dalam aliran metafisika akan sangat kontradiktif jika berhadapan pada pemahaman materialisme, materialisme dialektis membawa manusia pada kemampuan untuk mencapai puncak kehidupan yang tiada akhirnya. Pergulatan antara tesis yang terus-menerus terjadi menciptakan teori-teori yang semakin beragam untuk digunakan. Penolakan materialisme atas sesuatu yang abstrak berdasarkan pada pemikiran yang terukur dan analitis dalam menyediakan fakta aktual suatu materi. Sehingga abstraksi akhirnya menenggelamkan pemikiran aktual untuk mencapai titik sintetsi pada materi yang saling berkontradiksi.

Materialisme dapat digunakan sebagai metode, cara berpikir atau pandangan hidup. Namun, ia (materialisme) akan memberikan kita kelemahan pada cara berpikir yang sempit dan terbatas pada ruang dan waktu. Beberapa tokoh yang memiliki pengaruh besar pada peradaban manusia yang menggunakan teori materialisme ini adalah: Karl Marx, Fredriech Engels, Ludwig Feuerbach, Demokritos, dan Epikuros.

 

Editor: Ahmed Zaranggi

Referensi:

Bertens, K, Jonahis Ohoitimur, Mikhael Dua. 2018. Pengatar Filsafat. Yogyakarta: Kanisius;

Russel, Bertrand. 2007. Sejarah Filsafat Barat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.



This article is under the © copyright of the original Author: Please read "term and condition" to appreciate our published articles content. Thank you very much.
(Zona-Nalar)

One thought on “Pengantar Singkat: Materialisme Dialektis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 2 =