Pernahkah ZONErs membayangkan keadaan ekonomi di masa lalu? Apakah orang di masa lalu mengalami kemajuan ekonomi seperti yang kita alami sekarang? Adapun salah satu perbedaan mencolok dari ekonomi di masa lalu ialah belum dicapainya sistem perindustrian sebagaimana sekarang. Para ekonom menyebut fase tersebut dengan istilah fase pre-industrial economy. Era ini diukur sebelum revolusi industri abad ke 18.

Beberapa ciri yang dimiliki oleh kondisi ekonomi pre-industrial adalah; Produksi yang terbatas, ekonomi bertumpu pada pertanian, pembagian kerja yang terbatas, masyarakat yang berkembang hanya di wilayah pedesaan. Dengan iklim ekonomi seperti itu, di mana perdagangan hanya berkisar pada produk pertanian dan masih kuatnya feodalisme/budaya tuan tanah menjadikan pendapatan negara tidak mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan rendahnya angka GDP.

Gross Domestic Product (GDP), disebut juga Bruto Produk Domestik, adalah sebuah parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pendapatan masyarakat suatu negara. Cara menghitung besaran GDP adalah membagi pendapatan negara per tahun dengan jumlah penduduk di negara tersebut. Alhasil para ekonom menemukan, di Inggris (sebagai pusat ekonomi modern) pertumbuhan GDP tiap tahun hanya berkisar di angka 0.01% sebelum tahun 1760-an.

Kemudian sebuah peristiwa besar terjadi, pada tahun 1769, seorang ilmuwan besar dari Skotlandia bernama James Watt menemukan mesin uap pertama yang meningkatkan efisiensi produksi manufaktur di Britania raya. Terjadi perubahan labor/ketenagakerjaan yang semula bertumpu pada hewan dan manusia, kemudian mengandalkan mesin. Dimulai dengan mekanisasi industri tekstil kemudian pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batu bara.

Imbas dari penemuan mesin uap ini juga meningkatkan moda transportasi yang menjadikan distribusi semakin berkembang pesat. Inggris sebagai lokasi strategis perdagangan Eropa berekspansi dengan pembangunan jalan raya dan transportasi maritim. Inilah peristiwa peralihan besar-besaran dari ekonomi berbasis pertanian ke perekonomian berbasis manufaktur yang mula-mula di Inggris, menyebar ke negara Eropa lain.

Kemudian setelah produksi meningkat pesat, bagaimana dengan daya konsumsi masyarakat? Ternyata revolusi industri juga diimbangi dengan revolusi di bidang konsumsi. Revolusi konsumerisme bahkan dapat dilacak jejaknya sejak peradaban Mesir kuno, Babilonia, dan Romawi kuno; masyarakat telah menunjukkan kecenderungan membeli barang-barang mewah atau bernilai luxurious yang bukan termasuk barang kebutuhan utama.

Bentuk “masyarakat konsumer” baru benar-benar muncul sekitar abad ke-17 akhir dan abad ke 18 dipengaruhi revolusi industri, serta peningkatan perdagangan dalam wilayah koloni di empat benua. Revolusi konsumerisme menandai perubahan gaya hidup yang semula bertumpu pada frugality/kesederhanaan menjadi gaya hidup dengan konsumsi yang masif. Masyarakat kelas menengah memiliki pola pikir baru pada prioritas konsumsi kemewahan dan fashion yang mengesampingkan keutamaan konsumsi berdasar necessities/daya guna.

Masyarakat sebelumnya hanya memiliki pakaian sederhana, alat makan, dan alat pertanian mengalami fenomena yang disebut oleh Mandeville sebagai “Shopping for Pleasure”; belanja untuk kesenangan. Bernard Mandeville adalah seorang berkebangsaan Inggris yang menulis traktat ekonomi berjudul Fable of The Bees

Di dalam traktat tersebut, Mandeville menyuguhkan satu tesis gelap bahwa kesejahteraan masyarakat yang selama ini dipromosikan pemuka agama sebagai imbalan ketaatan ibadah pada kenyataan zaman digantikan oleh pembelian hal-hal fripperies / hal-hal tak berharga.

Barang-barang bernilai gaya/fashion dan bernilai sekunder seperti; topi, semir sepatu, jepit rambut, dll menjadikan permintaan / demand produk bervariasi; industri manufaktur memiliki lebih banyak pekerjaan dan menyerap tenaga kerja. Peningkatan pendapatan masyarakat, pemerintah mendapatkan keuntungan yang luar biasa dari revolusi konsumerisme dalam peningkatan insentif nasional dan pajak. 

Masa awal revolusi konsumerisme juga ditandai dengan kemunculan para korporat kapital arkhe di Inggris seperti majalah gallery of fashion (sebagai kiblat mode), chip n dhale (perusahaan furniture), Weddy Wood (perusahaan tembikar), dan masih banyak lagi. Setelah Fable of The Bees, muncul sebuah karya penting dalam bidang ekonomi dari Adam Smith (yang kelak dikenal sebagai Bapak ekonomi modern), berjudul The Wealth of Nation pada tahun 1779

Di dalam karya tersebut, Smith meyakini bahwa perkembangan ekonomi suatu negara di masa depan tidak berdasar pada sumber daya yang dimilikinya seperti emas, kekayaan hayati, atau kekayaan lain namun berdasar kepada sirkulasi perdagangan di negara tersebut. Smith-lah yang memperkenalkan konsep GDP (Gross Domestic Product) sebagai rasio perhitungan besar-kecilnya perdagangan negara.

Smith meyakini, ekonomi mendapatkan proporsi terbaiknya ketika pemerintah tidak mengintervensi perdagangan. Dalam ekonomi modern, pemerintah hanya bertugas menciptakan aturan yang adil dan menjaga stabilitas keamanan sedangkan sirkulasi perdagangan harus sepenuhnya berdasar kepada mekanisme pasar yang digerakkan oleh paradox supply and demand. 

Dahulu sebuah produk diciptakan karena permintaan pasar, namun di dalam ekonomi modern sebuah produk bisa lebih dulu muncul sebagai supply baru kemudian menyebabkan permintaan/demand. Inilah mekanisme pasar yang Smith maksud sebagai sistem yang tak terlihat / digerakkan oleh tangan tak terlihat (invisible hand).

Mekanisme pasar yang dimaksud Smith, di kemudian hari dikenal sebagai Kapitalisme. Masih dalam definisi Adam Smith, kaum mercantilism / tuan tanah dari masa pre industri harus menginvestasikan modal yang mereka punya untuk perkembangan perdagangan dalam sistem kapitalisme. Dengan prinsip fundamental produksi MCM (Modal-Commodity-Money) yang mana pemilik modal terbesar akan mendapatkan insentif yang besar pula dalam pasar bebas.

Setiap negara di dunia saat ini menerapkan sistem ekonomi yang bervariasi, satu negara tidak selalu menerapkan kapitalisme secara total; melainkan fundamen dasar dari kapitalisme memang sangat berpengaruh dalam ekonomi global. Kapitalisme merupakan sistem ekonomi yang menerapkan satu sentralisasi politis berupa kontrak-kontrak, nota kesepakatan, dan surat kepemilikan sebagai tanda seorang kapitalis memiliki hak privatisasi yang menguntungkan mereka di pasar bebas.

Imbas buruk yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh sistem kapitalisme, namun juga sistem ekonomi sosialisme dan apapun bentuk ekonomi modern yang bertolak ukur pada kesejahteraan antroposentrisme (berfokus pada manusia). Kepemilikan privat misalkan di dalam kapitalisme melegalkan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya yang berada di alam. 

Riak-riak kerusakan alam sudah terjadi semenjak revolusi industri di antaranya emisi karbon, dan penggundulan hutan sebagai bahan furnitur, juga yang terbaru tercemarnya lingkungan bahari karena sampah plastik produk kapital. Para environmentalist terus berupaya menyadarkan masyarakat akan kerusakan alam. Puncaknya dalam konferensi perubahan iklim persatuan bangsa-bangsa, terciptalah persetujuan Paris pada tahun 2015. 

Adapun poin pertama kesepakatan tersebut berbunyi demikian; “(a) Menahan laju peningkatan temperatur global hingga di bawah 2 derajat celcius dari angka sebelum masa Revolusi Industri, dan mencapai upaya dalam membatasi perubahan temperatur hingga setidaknya 1.5 derajat Celcius, karena memahami bahwa pembatasan ini akan secara signifikan mengurangi risiko dan dampak dari perubahan iklim.”

 

Referensi:

Booth, Mike (2016). History of Consumerism. USA: Kanal YouTube School of Life

https://youtu.be/Y-Unq3R–M0 diunduh pada 4 November 2021

https://en.wikipedia.org/wiki/Consumer_revolution diunduh 6 November 2021

https://www.investopedia.com/terms/c/capitalism.asp diunduh 6 November 2021

 

Penulis: Krisna Putra Pratama

Editor: Wa Ode Zainab ZT



This article is under the © copyright of the original Author: Please read "term and condition" to appreciate our published articles content. Thank you very much.
(Zona-Nalar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 16 =