Manusia dengan segala dinamika kehidupan yang akhirnya menciptakan berbagai macam kekecewaan yang dengan terpaksa harus diterima sebagai konsekuensi eksistensi manusia. Kekecewaan tersebut membuat manusia melarikan diri dari kehidupannya dengan cara yang menurut mereka paling nyaman untuk dilakukan. Pelarian yang dilakukan tersebut sejenak membuat manusia terasing dari aktivitas yang dilakukannya sebagai manusia dalam keseluruhan peradaban, usaha manusia rasional kemudian memiliki peran yang penting untuk melakukan berbagai macam aktivitas yang tidak terbatas dan cenderung bebas. Namun, ia tidak bisa selamanya melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan orang banyak. Sifat manusia yang cenderung egois akhirnya membuat manusia lainnya meneriman kekecewaan dan menimbulkan perselisihan di dalam masyarakat.

Keterasingan dan Kapitalisme

Karl Marx melihat bahwa manusia dan keterasingannya sebagai dampak dari kapitalisme dan faktor ekonomi yang menciptakan ketidakberdayaan manusia untuk menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Namun, keterasingan ini tidak hanya dipandang dari segi ekonomi-politik. Ia harus dipandang secara menyeluruh dan mendalam untuk memperhatikan setiap faktor yang memiliki pelung untuk membuat manusia menjadi terasing dengan kehidupannya. Keterasingan manusia juga bisa dipicu oleh perbedaan mendasar pada setiap individu. Ketika kita berbicara soal eksistensialisme yang tidak memperhatikan hegemoni dan juga lingkungan yang menekan kepribadian manusia agar terus bergerak untuk menemukan esensi dan mempertahankan eksistensinya. Manusia pada akhirnya akan menjadi sangat berbeda dengan keadaan dan masyarakat pada umumnya, perbedaan ini yang akhirnya menekan ia untuk menyatu kembali dengan mayoritas manusia yang dapat menyebabkan adanya keterasingan dalam keramaian.

Perbedaan mendasar yang melekat pada setiap manusia akhirnya memaksa berbagai lembaga yang ada untuk membuat masyarakat tersebut untuk bersatu dan memiliki pandangan yang sama atas kehidupan. Padahal upaya tersebut hanya akan menimbulkan keterasingan dan permasalahan yang akan menimbulkan perpecahan dalam kelompok masyarakat. Eksistensi manusia merupakan faktor penting untuk menjaga setiap inidividu agar tidak menjadi gila pada perubahan peradaban yang begitu ekstrem. Keterasingan manusia akan memicu pandangan yang mendasar pada setiap manusia yang mengalaminya, dari pandangan tersebut ia menuntut akan suatu pembebasan pada keterikatan masyarakat yang cenderung menuntut manusia untuk melakukan apa yang tidak mereka inginkan. Revolusi peradaban membutuhkan setiap pemikiran manusia yang terasing tersebut untuk mendapatkan eksistensinya kembali agar kehidupan mereka dapat berubah.

Revolusi Peradaban

Perubahan yang dituntut oleh manusia yang terasing adalah perbaikan yang dilakukan atas pandangan masyarakat dalam menerima perbedaan manusia. Ia menuntut setiap manusia untuk menerima adanya pluralitas yang tidak bisa mereka satunya untuk memiliki pola perilaku yang sama. Keberagaman ini harus dihormati dan hanya dapat diarahkan untuk mencapai tujuan bersama dengan menjaga perbedaan yanga ada. Keterasingan ini akhirnya menjadi titik tolak revolusi peradaban untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik, keterasingan manusia mengumpulkan semangat untuk pemabaharuan dan perbaikan struktur masyarakat, ia tidak bisa dipisahkan dari keadaan yang pada akhirnya harus mampu untuk menerima adanya pergerakan para manusia terasing ini.

Para manusia yang terasing ini tidak menuntut adanya suatu penerapan ideologi khusus atau sistem politik tertentu yang mampu melakukan perubahan. Namun, ia cenderung menjadi kekuatan terpisah dari suatu masyarakat untuk eksis. Serta melepaskan diri dari keterikatan kepentingan bersama dan juga perilaku egois manusia yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. Keterikatan untuk mencapai kepentingan bersama ini harus mampu mengatasi keadaan-keadaan yang beragam dan tidak hanya fokus pada suatu mayortitas manusia yang memiliki pengaruh.

Manusia yang terasing tersebut pada akhirnya akan mencapai mimpi yang utopis agar kehidupan menjadi nyaman untuk dijalani, tuntutan yang sama juga diberikan oleh para manusia-manusia terasing. Dengan setiap kebutuhan manusia yang berbeda pada dasarnya memerlukan adanya kebebasan untuk berperan dalam masyarakat untuk mencapai tujuannya masing-masing. Dengan adanya tuntutan untuk melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan bersama yang begitu ketat akhirnya membuat kebebasan  tidak dapat terpenuhi.

Implikasi Keterasingan Manusia

Manusia yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dan cenderung dimanfaatkan keegoisan manusia lainnya.  Hal ini membuat ia menjadi terasing dalam keramaian dan hingga akhirnya keterasingan tersebut menuntut adanya revolusi peradaban. Yang bertujuan untuk menghancurkan kekecewaan peradaban yang timbul akibat manusia-manusia egois yang hanya sekedar bersahabat dan bersosialisasi untuk kepentingan pribadi.

Keterasingan manusia menimbulkan keberanian manusia untuk menentang otoritas yang tidak baik. Ia memicu kekuatan besar untuk mengatasi ketakutan-ketakutan yang dapat kembali kapan saja saat mereka direpresi oleh mayoritas manusia. Manusia yang berbeda ini kemudian menjadi pelopor atas perilaku yang berani dalam menjunjung tinggi perbedaan. Serta tidak hanya untuk menjadi egoisme kelompok tertentu yang melupakan eksistensi manusia lainnya.

 

Editor: Ahmed Zaranggi

Sumber:

Rudolf, Rocker. 2020. Anarko-Sindikalisme. Jawa Tengah: Parabel



This article is under the © copyright of the original Author: Please read "term and condition" to appreciate our published articles content. Thank you very much.
(Zona-Nalar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 1 =