Setiap individu pasti ingin memiliki kebebasan karena tidak seorang pun yang mau dikekang atau dibatasi hidupnya. Kebabasan adalah hak bagi setiap manusia yang secara lahir telah memilikinya. Orang Yunani kuno melopori kata “parrhesia” yang berarti “kebebasan berbicara” atau “berbicara terus terang”. Aktivitas manusia secara alami mampu menangkap secara objektif tentang apa yang diselidikinya dengan menerjemahkan hal-hal yang metafisis dan social. Manusia itu sendiri dapat menciptakan tesis, antitesis, sintesis dari suatu penangkapan dari objek yang di amatinya dalam mencari pengetahuan.

Kebebasan Hegel

Dua ide penting dari Hegel perlu dijelaskan di sini. Yang pertama adalah konsepsinya tentang kebebasan. Pada mulanya, orang menganggap kebebasan berarti melakukan tindakan yang ia suka. Menurut Hegel, anggapan tentang kebebasan seperti itu adalah abstraksi yang paling dangkal dan sama sekali tak mengandung signifikansi etis. Bagi Hegel, kebebasan adalah kemampuan untuk merealisasikan diri. Diri bukanlah ego murni. Secara konkret, ia adalah personalitas yang memiliki kecenderungan dan kapasitas yang pasti. Akan menjadi apa dirinya, hal itu sepenuhnya tergantung pada latihan dan pendidikan yang diterima individu itu dari lingkungan masyarakat tampat ia hidup.

Langkah pertama menuju pengatahuan diri dan pembudayaan diri dengan demikian adalah pengakuan atas kekutsertaan seseorang dalam komunitas yang berkembang secara historis. Hanya dengan cara itulah orang bisa merasa sebagai manusia yang utuh. Pribadi yang bebas adalah ia yang mampu mengidentifikasikan diri dengan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan padanya oleh negara, yang bagi Hegel merupakan lembaga sosial tertinggi.

Dalam filsafat hegel, terdapat bukti-bukti mentalitas birokratis yang mendalam. Akan tetap, ajarannya tentang kebebasan tidaklah benar-benar anti-individualistis dan liberal. Tak benar pula bahwa anggapan mengenai statismenya begitu tak terbatas, seperti yang diakatakan para pengkritik yang paling memusuhinya. Bahwa benar Hegel menganggap negara sebagai perwujudan kebebasan rasional, yang merealisasikan dan mengorganisasikan dirinya dalam bentuk yang objektif. Negara adalah Ide Ruh dalam bentuk manifestasi eksternal kehendak manusia dan kebebasannya” ujar Hegel. Tetapi, bentu-bentuk objektif kebebasan itu bukan satu-satunya bentuk kebebasan. Tahap kebudayaan manusia yang tertinggi hanya tercapai dalam seni, agama, dan filsafat, yang dikatakan hegel sebaga manifestasi manusiawi dari ruh absolut. Inilah wilayah-wilayah kehdupan spiritual yang memiliki hukum-hukumnya sendiri. Mengenai perkembangan internalnya, tak ada lembaga politik murni yang bisa mengatakan sesuatu yang tepat tentangnya.

Makna Keadilan Hegel

Filsafat Hegel tentang kebebasan dengan demikian menunjukkan kombinasi yang paradoksikal antara kepatuhan ke luar—atau bahkan pengabdian terhadap negar­­a dan kebebasan bersifat batiniah yang kerap ditemukan di kalangan intelektual Jerman. Ciri-ciri serupa itu juga bisa dilihat pada para wakil zaman kejayaan Jerman lainnya seperti Leibniz, Goethe, dan bahkan Kant. Dalam kasus Hegel, hanya akan adil jika dikatakan bahwa ia menganggap ketaatan terhadap tugas-tugas terlembaga yang diberlakukan oleh masyarakat hanyalah salah satu aspek dari pembudayaan diri.

Akan tetapi, seperti kebanyakan kaum tradisionalis, ia tidak selalu ingat bahwa rasio objektif yang terwujud dalam lembaga-lembaga social. Kadang kala bisa saja sekadar onggokan adat istiadat dan aturan-aturan yang tak bermanfaat lagi bagi fungsi-fungsi spiritual yang lebih mendasar. Pemujannya yang tersamar, yang membuatnya lalai terhadap berbagai cacat negara Prusia. Lantas melahirkan seorang filsuf yang mengonsepsikan seluruh filsafatnya, dalam pengertian tertentu. Sebagai perenungan atas masalah kebebasan manusia.

 

Editor: Ahmed Zaranggi

Referensi:

  1. “Abad Ideologi: Kant, Fichte, Hegel, Schopenhauer, Comte, Mill, Spencer, Marx, Mach, Nietzsche, Kierkegaard” (Henry D.Aiken, 2020, h. 93)


This article is under the © copyright of the original Author: Please read "term and condition" to appreciate our published articles content. Thank you very much.
(Zona-Nalar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + thirteen =