Published On
Categories

Bagi para pecinta anime atau manga mungkin tak asing lagi dengan One Piece. Kisah ini menceritakan pria yang memiliki keinginan menjadi seorang raja bajak laut. Kemudian berpetualang ke berbagai pulau sambil mencari kawan yang dapat membantu perjuangannya. Alur ceritanya menarik untuk diketahui, tidak hanya menceritakan petualangan bajak laut, tetapi menceritakan perbudakan, pemerintah yang korupsi, rasisme, dan beberapa sisi gelap lainnya. Karya dari mangaka Eiichiro Oda ini masih terkenal hingga saat ini.

Paham liberalisme Pada Serial One Piece

Dalam cerita One Piece ini, mungkin kita bertanya-tanya mengapa harus tema bajak laut yang diambil? Bukankah dalam anggapan kita bahwa bajak laut sekelompok orang yang senang membajak kapal dan merampas hartanya bahkan tidak segan-segan untuk membunuh? Kini kita ketahui bahwa seorang bajak laut melambangkan sebuah kebebasan. Ia bebas kemanapun untuk mengarungi sebuah lautan. Nampak ada sebuah ideologi yang coba dimunculkan oleh Eiichiro Oda dalam serial One Piece, yakni liberalisme.

Liberalisme adalah cara pandangan filsafat, politik dan moral yang berlandaskan pada kebebasan dan persamaan di hadapan hukum. Liberalisme menjadi salah satu gerakan utama di zaman Renaisance dan menjadi populer di kalangan filsuf dan ekonomi Barat. Paham ini berusaha untuk menggantikan norma-norma hak istimewa baik secara turun-temurun, agama, negara, monarki absolut, hak ilahi raja. Bahkan konservatisme tradisional dengan demokrasi perwakilan dan supremasi hukum.

Paham liberalisme ini yang dianut oleh Luffi. Ia tidak suka melihat pemerintah dunia menganggap bahwa kaum naga langit adalah kaum yang memiliki derajat yang paling tinggi diantara kaum lainnya. Sebuah norma aturan yang beranggapan bahwa kaum naga langit merupakan kaum yang suci. Sehingga harus dihormati oleh banyak orang, karena mereka adalah keturunan dewa yang telah menciptakan dunia. Apapun yang dilakukan oleh mereka dianggap benar bahkan tindak kekerasan sekalipun. Jika ada yang menentangnya, maka akan berurusan dengan pemerintah dunia.

Melawan Penindasan

Kebencian bajak laut Topi Jerami terhadap Tenryubito karena berperilaku semana-mena terhadap orang lain. Namun apa yang mereka lakukan dianggap benar karena mereka dianggap suci dan derajatnya paling tinggi dari yang lainnya. Ia menginginkan penghapusan kelas sosial serta mewujudkan kesetaraan dan kebebasan individu.

Pemerintah dunia menganggap bahwa Luffy dan krunya adalah seorang bajak laut dan telah melawan Tenryubito. Semua bajak laut dianggap orang-orang kriminal yang harus dimusnahkan di bumi ini. Padahal setiap individu baik dia adalah bajak laut, angkatan laut, Tenryubito, maupun penduduk biasa memiliki sebuah persamaan dimana semuanya sama-sama bisa melakukan kebaikan dan keburukan.

Kebaikan dan keburukan itu normatif tidak melekat pada label, status, profesi, maupun jabatan. Sebaliknya ia melekat pada individu yang dicerminkan dari perbuatan mereka. serial one piece ini memang benar-benar mengusung kebebasan dan kesetaraan sebagai dasar ideologi liberal.

Melakukan Sebuah Revolusi untuk Kebebasan dan Kesetaraan

Awalnya Ia hanya menjadi bajak laut yang hanya menginginkan sebuah kebebasan. Namun, seiring petualangannya terus berlanjut, Ia melihat banyak sekali orang-orang yang tertindas sehingga ia tidak bisa tinggal diam saja melihat orang lemah ditindas oleh orang yang kuat. Ia tidak senang dengan angkatan laut dan pemerintah dunia yang lebih memihak kepada para Tenryubito.

Ketidaksukaan inilah yang tidak disukai oleh Luffy, Ia berharap bahwa menginginkan sebuah dunia yang dimana setiap orang dianggap setara, tidak ada sistem kelas, memiliki kebebasan individu, dan tidak adanya hak khusus bagi segelintir orang dimana manusia sama di mata hukum.

Ia melakukan sebuah revolusi secara terang-terangan lalu kemudian menimbulkan berbagai polemik di berbagai belahan dunia terutama bagi pemerintah dunia yang merasa Ia merupakan ancaman dunia, karena tindakan yang dilakukan oleh Bajak Laut Topi Jerami yang dianggap frontal dan terlalu gegabah dalam menyelesaikan sebuah masalah. Kita bisa berpandangan bahwa, apakah yang dilakukan oleh Luffy ini adalah sesuatu yang benar karena Ia melakukannya demi membela orang-orang yang tertindas atau Ia adalah orang yang jahat karena cara melakukannya dengan tindak kekerasan.

Revolusi yang dilakukan bajak laut Topi Jerami ini seperti revolusi sosial dimana revolusi yang dilakukan secara besar-besaran dan tiba-tiba dengan menggunakan kekerasan dan anarkhi. Pemberontakan yang ditandai dengan perombakan penguasa tanpa ada perubahan sistem kelas sosial atau distribusi kekuasaan. Mereka berpandangan bahwa perubahan mendasar hanya mungkin terlaksana apabila sistem sosial dapat diganti dan kaum elit disingkirkan.

Sebagaimana yang dilakukan oleh bajak laut Topi Jerami yang ingin menyingkirkan kaum elit Tenryubito dan para pendukungnya serta para bajak laut yang senang menindas orang yang lemah. Pada kebanyakan revolusi, beberapa kelompok bersatu untuk meruntuhkan rezim penguasa. Setelah itu terjadilah persaingan sengit antar kelompok demi memperebutkan kekuasaan. Dimana pada arc Wano Kuni Luffy telah membuktikan bahwa dirinya bisa sejajar dengan para Yonkou, membentuk sebuah aliansi besar dan menjadi penguasa baru di lautan.



This article is under the © copyright of the original Author: Please read "term and condition" to appreciate our published articles content. Thank you very much.
(Zona-Nalar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =